Ketika Anda membaca pengumuman "dilarang membuang sampah di sini", pertimbangan apa yang Anda gunakan untuk memutuskan Anda membuang atau batal membuang sampah di tempat itu? Ketika Anda melarang anak-anak mengatapel burung, apa dasar Anda melarangnya atau membiarkannya? Ketika menyaksikan, sekelompok warga membabat hutan alam satu-satunya yang ada di sekitar permukiman, apakah Anda membiarkan saja atau melakukan sesuatu? Apa yang mendasari Anda membiarkan saja atau melakukan sesuatu itu? Banyak lagi pertanyaan-pertanyaan semacam ini dalam kehidupan sehari-hari. Anda tentu saja mempunyai jawaban sendiri-sendiri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Apa yang mendasari Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan itu adalah apa yang akan saya coba antarkan melalui materi kuliah ini. Banyak masalah lingkungan menjadi perdebatan karena perbedaan dalam pandangan yang kemudian menentukan apakah Anda peduli atau acuh saja terhadap permasalahan lingkungan.
Selamat Datang
Ilmu Lingkungan adalah blog yang dibuat untuk mendukung mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Undana yang sedang mengambil mata kuliah Ilmu Lingkungan untuk mengikuti perkuliahan dengan metode blended learning dengan cara menyajikan materi kuliah yang dapat diakses secara daring (online). Materi kuliah disajikan secara ringkas disertai dengan tautan ke file PDF yang menyajikan uraian lebih rinci dan tautan ke halaman eksternal yang perlu dijelajah untuk memperkaya materi kuliah. Mahasiswa peserta kuliah diwajibkan untuk melakukan registrasi mengikuti perkuliahan. Mahasiswa peserta kuliah diwajibkan aktif menyampaikan komentar dan pertanyaan pada bagian bawah setiap materi kuliah.
Thursday, November 21, 2019
Thursday, November 7, 2019
10. Lingkungan Sosial-Ekonomi-Budaya (2): Memahami Aspek Politik, Kebijakan, dan Hukum Lingkungan sebagai Dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup
Semua pernah mendengar istilah politik, bukan? Sejak reformasi 1998, istilah politik merupakan istilah yang tidak lagi hanya menjadi milik kalangan tertentu sebagaimana sebelumnya, melainkan menjadi milik semua. Ketika mendengar istilah politik, yang pertama-tama terbayang mungkin adalah partai politik. Tidak salah, memang, tetapi politik juga bukan hanya milik partai. Politik mencakup hal yang lebih luas daripada sekedar partai politik. Tetapi apa sebenarnya politik itu? Lalu apa kaitannya dengan lingkungan dan ilmu lingkungan sehingga dikenal istilah politik lingkungan? Dan kemudian apa pula itu gerakan lingkungan dan bagaimana kaitannya dengan politik lingkungan? Tulisan ini saya buat untuk mengantarkan kita semua bersama-sama mempelajari apa itu pilitik lingkungan dan gerakan lingkungan, bagaimana satu sama lain, dan mengapa memahami politik dan gerakan lingkungan diperlukan sebagai dasar pengelolaan lingkungan hidup.
Saturday, September 7, 2019
9. Lingkungan Sosial-Ekonomi-Budaya (1): Memahami Aspek Kependudukan sebagai Dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pada Konferensi Global mengenai Lingkungan Hidup Manusia (UNCHE) yang diselenggarakan di Stockholm, Swedia, pada 1972, Perdana Menteri India pada saat itu, Indira Gandhi, menyampaikan dalam pidatonya, "We do not wish to impoverish the environment any further and yet we cannot for a moment forget the grim poverty of large numbers of people. Are not poverty and need the greatest polluters?" Pesan yang disampaikan oleh PM India sangat jelas, bahwa untuk mengatasi permasalahan lingkungan, bukan hanya kemiskinan yang perlu mendapat prioritas perhatian. Tetapi mengapa permasalahan lingkungan seakan-akan hanya merupakan dosa orang miskin? Pada tulisan ini saya memandu Anda memahami hubungan antara jumlah penduduk, kebutuhan penduduk, dan permasalahan lingkungan dengan terlebih dahulu memahami hubungan antara jumlah penduduk dan kemiskinan.

